Gejala, Penyebab Empiema, dan Faktor Risikonya

 

Empiema atau yang disebut juga dengan istilah pyothorax atau purulent pleuritis adalah akumulasi nanah di antara paru-paru dan pleura (membran yang menyelimutinya) yang dapat terjadi jika paru-paru terinfeksi. Selaput nanah itu terutama diakibatkan karena tertundanya pengobatan penderita pneumonia dan adanya infeksi pleura progresif. Selain itu, empiema muncul akibat manajemen klinis yang tidak sesuai.

Pengobatan empiema berfokus pada mengobati infeksi yang terjadi untuk menghilangkan nanah dari ruang pleura. Berbagai penyebab empiema dapat diatasi dengan pengobatan yang cepat dan tepat. Adanya faktor risiko yang memicu munculnya penyebab tersebut juga harus diminalisasi agar pengobatannya efektif.

Gejala Empiema

Empiema terbagi ke dalam dua jenis dengan gejala yang berbeda. Jenis pertamanya adalah empiema sederhana yang muncul di tahap awal penyakit. Seseorang dikatakan menderita kondisi ini jika nanah mengalir secara bebas di ruang pleura. Berbagai gejala empiema sederhana meliputi napas pendek, batuk kering, berkeringat, demam, sakit dada saat bernapas, sakit kepala, disorientasi, dan kehilangan nafsu makan.

READ  6 Macam Cara Mengobati Pasien Endoftalmitis Patut Dicoba

Jenis empiema yang kedua adalah empiema kompleks yang muncul di tahap akhir suatu penyakit. Pada kondisi ini, peradangan yang terjadi karena infeksi tentu semakin parah. Jaringan parut mungkin sudah terbentuk dan membagi ruang pleura menjadi beberapa rongga kecil. Kondisi ini disebut loculation dan akan semakin sulit ditangani. Apabila infeksinya semakin memburuk, maka akan memicu pembentukan lapisan tebal yang mengelilingi ruang pleura. Lapisan ini menjadikan paru-paru sulit mengembang. Penderitanya mengalami beberapa gejala, di antaranya adalah kesulitan bernapas, suara napas menurun, sakit dada, dan puncaknya kehilangan nafsu makan.

Apabila gejala tersebut tidak segera ditangani dengan tepat sesuai penyebab empiema, timbullah komplikasinya. Komplikasi empyema ada dua yaitu sepsis dan paru-paru kolaps yang tentu saja keduanya sangat berbahaya. Sepsis adalah kondisi serius yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh bekerja terus menerus dalam melawan infeksi. Sepanjang proses ini, sebagian besar bahan kimia dilepaskan ke dalam darah, sehingga memicu peradangan luas hingga menyebabkan kerusakan organ. Gejala sepsis tersebut meliputi menggigil, demam tinggi, napas cepat, detak jantung cepat, serta tekanan darah rendah.

READ  Cara Mencegah Batu Ginjal yang Wajib Kamu Ketahui

Komplikasi keduanya adalah paru-paru kolaps atau pneumothorax. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit di bagian dada secara mendadak disertai napas pendek. Semuanya akan memburuk saat batuk atau bernapas. Apabila tidak segera ditangani, akibatnya sangat fatal untuk tubuh dan mengancam jiwa.

Penyebab Empiema

Dilansir dari halodoc.com, lebih dari 50% penyebab empiema adalah efusi parapneumonia, sedangkan 25% kasusnya terjadi setelah operasi paru-paru, esofagus, atau mediastinum. 10% lainnya terjadi karena dipicu trauma thoraks dan 15% terjadi akibat tuberkulosis, sepsis, enterokolitis nekrotikans, abses subdiafragmatika, atau pneumotoraks spontan.

Semua penyebab empiema tersebut dilatarbelakangi oleh aktivitas bakteri, jamur, ataupun amuba yang masuk ke dalam tubuh. Organisme tersebut bisa mencapai rongga pleura lewat sirkulasi darah, jaringan paru, atau permukaan organ yang menyebabkan timbulnya luka di dada, misalnya luka dada usai tindakan pembedahan, ruptur esofagus, dan lain sebagainya.

READ  Metode Diagnosis dan Cara Mengobati Empiema untuk Atasi Gejalanya

Semua kondisi yang menyebabkan terjadinya penyakit tersebut dipicu juga oleh kondisi kekebalan tubuh yang sedang lemah. akibatnya, bakteri, virus, dan mikroba dapat menginfeksi tubuh. Gangguan kesehatan lain yang memicu kondisi ini adalah diabetes yang tidak segera ditangani atau yang sudah parah, sehingga berlanjut memengaruhi kondisi ini.

Faktor Risiko Empiema

Setelah mengenal berbagai penyebab empiema, Anda juga harus mengenal apa saja faktor risikonya. Bagaimanapun juga, faktor risiko ini adalah hal yang memicu terjadinya gangguan kesehatan ini. Faktor risiko terbentuknya empiema adalah kebersihan gigi yang buruk, seizure disorder, dan pengonsumsi alkohol dan obat-obatan. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa kondisi ini dipicu oleh kondisi tubuh yaitu daya tahan tubuh menurun, mengalami penurunan kesadaran, dan pengidap gangguan paru-paru primer.

 

sumber artikel:

www.halodoc.com

www.alodokter.com

 

sumber gambar:

www.pinterest.com

healthplus.vn