Metode Diagnosis dan Cara Mengobati Empiema untuk Atasi Gejalanya

 

Empiema disebut juga dengan istilah pyothorax atau pleuritis purulent yaitu berupa nanah yang terdapat pada cairan pleura. Pada dasarnya ruang pleura tersebut mempunyai cairan meskipun tidak banyak, namun carian di dalam menjadi semakin banyak saat terjadi infeksi. Cairan pleura yang terinfeksi akan semakin mengental, membentuk nanah, dan menyebabkan lapisan paru-paru dan rongga dada menempel, kemudian juga membentuk kantung-kantung. Kondisi empiema ini memang harus segera ditangani agar tak menjadi komplikasi.

Gejala Empiema

Tanda atau gejala yang dialami penderita empyema juga dapat dikenali dan segera disadari agar bisa mendapatkan penanganan secepatnya. Banyak gejala yang mengganggu kegiatan sehari-hari dan melemahkan tubuh, terlebih jika tidak diberikan cara mengobati empiema yang tepat. Penderitanya akan mengalami rasa nyeri dada, terlebih ketika batuk dan menarik napas. Kondisi Suara pernapasan juga berkurang. Gejala kesulitan bernapas ini sangat mengjkhawatirkan dan membuat penderita sulit beraktivitas dengan nyaman. Momen saat istirahat juga tidak bisa optimal.

READ  BUANG AIR KENCING TIDAK TERKONTROL? WASADAI GEJALA KENCING MANIS SEJAK DINI

Batuk yang dialami oleh penderita empyema juga perlu dikenali yaitu berupa batuk kering. Batuk tanpa dahak ini tetap mengganggu dan menyebabkan dada dan tenggorokan tidak nyaman. gejala lainnya adalah berkeringat berlebihan di malam hari disertai demam dan menggigil. Penderita juga tentu merasa tidak nyaman dan gelisah. Penurunan berat badan juga dialami karena terdapat penurunan sampai kehilangan nafsu makan.

Metode Diagnosis

Mengerti tentang berbagai tanda atau gejala empyema di atas sangat membantu dalam upaya penanganannya secara medis. Apabila menyadari adanya gejala serius di atas, maka tindakan yang seharusnya dilakukan adalah memeriksakan diri ke dokter agar segera mendapatkan cara mengobati empiema yang tepat.

Dokter akan melakukan pemeriksaan diagnosis sebagai tahap awal rangakaian penanganan medis agar mengetahui kondisi pasien sebenarnya sekaligus apa penyebab rasa sakit yang diderita. Langkah pertama berupa pemeriksaan diagnosis ini dilakukan dengan serangkaian tahap yaitu wawancara medis dan pemeriksaan fisik.

READ  Menelisik Penyakit Ensefalopati: Definisi, Penyebab, Gejala dan Pengobatan

Setelah dokter melakukan wawancara medis dengan pasien terkait gejala yang dialami, riwayat kesehatan, dan pengobatan yang sudah atau tengah dilakukan, dokter akan melanjutkan pemeriksaan fisik pasien agar diketahui kondisi pastinya demi cara mengobati empiema yang tepat. Dilakukanlah pemeriksaan foto rontgen dada. X-ray ini hanya bisa mengidentifikasi empyema saat memang ada cairan dalam volume tertentu di dalam rongga pleura.

Apabila dalam kasusnya dokter mencurigai terdapat cairan di rongga pleura setelah melakukan pemeriksaan rontgen dada, maka dokter melakukan pemeriksaan ultrasonografi. Ultrasonografi ini lebih sensitif dan lebih baik untuk mendeteksi cairan pada rongga pleura. Pemeriksaan CT scan juga termasuk metode yang sangat berguna dalam mendeteksi empiema. Hal ini memungkinkan dokter dalam melihat “kantong” cairan di rongga pleura yang kemungkinan memang bernanah karena terjadi infeksi.

READ  Cara Mencegah Batu Ginjal yang Wajib Kamu Ketahui

Cara Mengobati Empiema

Pengobatan empyema bertujuan menghilangkan nanah serta cairan dari pleura sekaligus mengobati infeksi yang sudah terjadi. Obat antibiotik bisa digunakan mengobati infeksi yang memicu penyakit ini. Jenis antibiotiknya memang tergantung pada jenis bakteri yang menimbulkan infeksi. Cara mengobati empiema yang digunakan dalam mengalirkan nanah juga tergantung pada level keparahan empiema.

Dalam kasus yang belum parah, terdapat tindakan memasukkan jarum ke dalam ruang pleura guna mengeluarkan cairan tersebut. Tindakan medis Ini disebut dengan torakosentesis perkutan. Pada tahap lebih lanjut atau disebut juga empiema kompleks, pengobatannya menggunakan tabung drainase untuk mengeluarkan nanah. Prosedur ini wajib menggunakan anestesi dan dilakukan di dalam ruang operasi. Terdapat beberapa jenis pembedahan dalam mengobati penyakit ini, di antaranya adalah torakostomi, bedah toraks, dan open decortication.

 

Sumber artikel:

www.sehatq.com

www.honestdocs.id

www.halodoc.com

 

Sumber gambar:

www.halodoc.com