Penasaran! Perhatikan 10 Hal Yang Menjadi Penyebab Ensefalopati

 

Ensefalopati merupakan sebuah sebutan yang dipakai apabila terjadi kerusakan atau malfungsi pada otak. Jika anda ingin mengetahui gejala apa saja yang mampu mendeteksi apakah seseorang terjangkit kelainan ini atau tidak maka tidak ada patokan yang asli. Sebab kelainan ini memiliki gejala yang beragam, bisa dari hal yang ringan (perubahan kepribadian atau hilang ingatan) sampai gejala yang fatal (koma, demensia, kejang, bahkan kematian). Umumnya penyebab ensefalopati ada beberapa hal, seperti terjadinya infeksi, pecandu alkohol, gangguan metabolisme, kekurangan nutrisi, hingga terjadinya kerusakan pada otak. Namun untuk lebih detilnya akan diungkapkan pada artikel ini. Perlu anda ketahui bahwa terdapat penyebab lain yang lebih khusus untuk diperhatikan sesuai dengan klasifikasinya. Tujuannya ialah agar semua orang dapat menghindari penyebab ini dalam rangka untuk pencegahan.

Dalam mengetahui penyebab ensefalopati maka anda perlu mengetahui klasifikasinya. Hal ini karena klasifikasi jenis ensefalopati disesuaikan dengan penyebab terjadinya. Misalnya ensefalopati hepatik memiliki arti bahwa terjadi kerusakan otak yang disebabkan oleh kekurangan oksigen. Begitu pula klasifikasi lain yang mana mengarah pada serangkaian adanya kerusakan otak tertentu. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui penyebabnya agar lebih memahami jenis apa kelainan ini. Berikut akan kami ulas mengenai penyebab kelainan ini sesuai tipe ensefalopatinya bersumber dari laman klikdokter.com, antara lain:

  1. Ensefalopati hashimoto
READ  Metode Diagnosis dan Cara Mengobati Empiema untuk Atasi Gejalanya

Ensefalopati ini berhubungan dengan adanya penyakit hashimoto. Hashimoto merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya autoimun yang mana sistem kekebalan tubuh justru malah menyerang organ tiroid. Meskipun begitu, penyakit ini jarang ditemukan di lingkungan masyarakat.

  1. Ensefalopati traumatik kronis

Kelainan ini terjadi akibat adanya luka multipel atau trauma di otak. Adanya trauma tersebut menyebabkan kerusakan saraf di dalam otak. Ensefalopati jenis ini banyak ditemukan pada atlit petinju, anggota militer, atau pemain sepak bola.

  1. Ensefalopati iskemik hiposik

Penyebab ensefalopati jenis ini terjadi akibat otak yang tidak mendapatkan cukup oksigen sehingga otak akan mengalami kerusakan permanen. Misalnya pada kasus janin yang terpapar akibat alkohol.

  1. Ensefalopati hipertensif

Kelainan ini terjadi akibat pasien menderita hipertensi berat yang tidak diobati dalam waktu yang lama. Akibatnya terjadi pembengkakan di otak sehingga menyebabkan kerusakan pada otak.

  1. Ensefalopati glisin
READ  Bagaimana cara menghitung kalori dalam tubuh kita. Yuk simak

Tipe glisin merupakan penyakit turunan yang mana otak memiliki kadar glisin (asam amino) yang tinggi. Penyakit ini dapat muncul cepat setelah bayi lahir.

  1. Ensefalopati hepatik

Seperti uraian sebelumnya bahwa ensefalopati jenis ini terjadi akibat adanya penyakit hati. Saat organ hati tidak mampu bertugas dengan tepat maka racun di dalam tubuh tidak dapat dikeluarkan. Alhasil terjadi penumpukan dalam darah hingga menyebar ke otak.

  1. Ensefalopati Wernicke

Ensefalopati tipe ini terjadi akibat adanya defisiensi (kekurangan) vitamin B1. Penyebab lainnya ialah akibat malabsorbsi makanan, kecanduan alkohol dalam waktu yang lama, dan asupan nutrisi yang dikonsumsi kurang baik.

  1. Ensefalopati Toksik Metabolik

Penyebab kelainan ini adalah adnaya racun, infeksi, ataupun terjadinya kegagalan pada organ tertentu. Adanya ketidakseimbangan hormon dan elektrolit pada tubuh mengakibatkan masalah pada fungsi otak. Kelainan ini akan pulih apabila penyebab ini dihindari ataupun dihilangkan.

  1. Ensefalopati Uremikum

Ensefalopati tipe ini terjadi akibat timbul penyakit gagal ginjal yang menyebabkan penumpukan racun uremia di dalam darah.

  1. Ensefalopati Infeksius

Tipe ini merupakan penyakit yang dapat menular yang biasa dikenal dengan sebutan penyakit prion (protein alami). Prion ini secara bertahap akan menurunkan dan merusak fungsi otak (neurodegeneratif). Penyakit prion diantaranya insomnia yang fatal, penyakit Creutzfeldt-Jacob, dan chronic wasting disease. Umumnya dalam waktu 3 tahun atau lebih sejak terkena penyakit ini, pasien akan meninggal.

READ  Endoftalmitis adalah Berisiko pada Penglihatan? Simak Uraiannya Ini

Berhubung termasuk kelainan yang berbahaya, ensefalopati yang diturunkan kepada seseorang memang tidak dapat dicegah oleh siapapun. Akan tetapi jika ensefalopati jenis lain dapat dicegah dengan mengetahui penyebabnya. Maka dari itu, dilansir dari sehatq.com, beberapa upaya dibawah ini dapat dilakukan untuk meminimalisir tumbuh kembangnya penyebab ensefalopati, yaitu:

  1. Mengonsumsi makanan yang bergizi dan sehat.
  2. Hindari alkohol.
  3. Membiasakan gaya hidup sehat untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit otak.
  4. Mengurangi adanya paparan kepada zat beracun, contohnya NAPZA dan obat-obatan terlarang lainnya.
  5. Melakukan pemeriksaan secara rajin kepada dokter

Jika pasien sedang mendapatkan pengobatan untuk penyakit otak dan merasakan kebingungan berat, koma, dan disorientasi maka sebaiknya cepatlah konsultasi ke dokter. Hal ini karena tanda-tanda tersebut merupakan gejala ensefalopati yang sudah tahap darurat sehingga sangat membutuhkan bantuan medis.

 

sumber gambar: hellosehat.com